Sembelit

sembelitSembelit kerap dipandang enteng. Padahal, bila dibiarkan berlarut-larut berpengaruh buruk bagi kesehatan, seperti kanker. Sembelit juga bisa menjadi pertanda hadirnya penyakit lain. Sembelit atau dalam istilah medisnya disebut konstipasi dideskripsikan sebagai pergerakan usus abnormal dengan gejala mengejan, feses keras, frekuensi berkurang dan perasaan buang air besar (BAB) yang tidak puas. Tanda lain adalah frekuensi yang kurang dari tiga kali dalam seminggu. Konstipasi dapat pula ditenggarai dari bentuknya yang bergumpal-gumpal kecil.

Gangguan pencernaan ini sebenarnya sering dialami banyak orang dan bisa menimpa kelompok usia berapa saja. Meski lumrah terjadi, bukan berarti boleh dianggap sepele. Konsekuensi dari masalah ini lumayan berat. Mulai mengganggu aktivitas akibat rasa tak nyaman di perut, hemoroid, sampai tumor dan kanker usus besar. Kontak kotoran yang lama denga mukosa pada dinding usus besar berpotensi tumbuhnya sel-sel abnormal sebagai cikal-bakal kanker usus besar atau munculnya polip dan divertikula di usus besar.

Dikatakan Dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, sembelit dapat muncul karena sejumlah faktor. Mulai genetik, masalah psikis, konsumsi serat seperti sayur dan buah-buahan yang kurang, minum air putih kurang, kurang olahraga, hingga berbagai penyakit. Beberapa penyakit juga sebabkan sembelit, diantaranya kelainan penyakit saluran cerna dan penggunaan obat-obatan.

Persoalan sembelit sebetulnya cukup umum atau ada di sejumlah negara. Di negara maju, seperti Amerika, gangguan “ ke belakang” akan mengura kantong. Kunjungan ke rumah sakit akibat konstipasi terhitaung 2,5 juta orang setahun. Dari jumlah itu dan 100.000 orang terpaksa di rawat di rumah sakit. Di negara itu, total pengeluaran unutk laksatif (obat pencahar) mencapai 800 juta dollar AS’. Di Indonesia belum ada data gangguan sembelit,” ujar Dr. Ary.

Berikut ini ada beberapa faktor risiko dari sembelit, yakni :

- Sembelit lebih sering melanda kaum perempuan dibanding kaum laki-laki

- Seseorang yang minim beraktivitas

- Kurangnya minum

- Kurangnya asupan makanan

- Pengobatan

- Pendapatan yang rendah

- Pendidikan rendah

- Depresi

Dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH mencontohkan dari 2.397 pasein di RSUPN Cipt Mangunkusumo yang menjalani pemeriksaan kolonoskopi tahun 1998-2005, 9% dengan konstipasi. “ Diduga, jumlah penderita di Indonesia cukup besar,” ujarnya. Sebesar 36,4 % menderita wasir dan 8 % di antaranya menderita tumor ganas atau kanker usus besar. Terkadang ditemukan pula polip. “ Untuk kasus demikian, penanganan tidak sekedar menghilangkan gejala konstipasinya, tetapi juga penyakit penyebabnya.

 

 

 

 


=====================================

>>> Kapsul Herbal Lancar BAB Membantu Mengatasi Gangguan Susah Buang Air Besar (BAB) atau Sembelit / Konstipasi, KLIK DETAIL DISINI!
=====================================


This entry was posted in Obat tradisioanal Sembelit, Sembelit and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>